Tiga Bocah Terekam CCTV Diduga Bobol Kotak Amal Masjid di Ngawi, Rp2 Juta Raib

0

Ringkasan Berita:

  • Tiga bocah diduga membobol kotak amal Masjid Sumber Agung di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.
  • Aksi pencurian terekam kamera CCTV dan menyebabkan uang sekitar Rp2 juta raib.
  • Polisi tetap menyelidiki kasus meski pihak takmir masjid tidak membuat laporan resmi.
  • Rekaman CCTV dan dua gembok yang dirusak pelaku telah diamankan sebagai barang bukti.

Ngawi (beritajatim.com) – Tiga bocah diduga menjadi pelaku pembobolan kotak amal di Masjid Sumber Agung, Desa Kedung Gudel, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan mengakibatkan uang infak sekitar Rp2 juta yang tersimpan di dalam kotak amal raib.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.49 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, salah seorang pelaku lebih dahulu mendatangi teras masjid dan merusak dua gembok yang mengunci kotak amal berbahan pelat besi.

Setelah kotak amal berhasil dibuka, dua bocah lainnya datang dan ikut mengambil seluruh uang yang berada di dalam kotak tersebut. Ketiganya kemudian membawa kabur hasil curian menggunakan sarung.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku diduga menggunakan alat pemanas untuk merusak gembok. Uang yang berhasil dibawa diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.

Kasus ini baru diketahui pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 04.20 WIB saat jamaah datang untuk melaksanakan salat Subuh. Mereka mendapati dua gembok kotak amal telah rusak dan setelah diperiksa, seluruh uang di dalam kotak amal sudah hilang.

Jamaah kemudian memeriksa rekaman CCTV masjid dan menemukan rekaman aksi tiga bocah yang diduga menjadi pelaku pencurian tersebut.

Salah seorang jamaah Masjid Sumber Agung, Ponijan, mengatakan warga baru mengetahui kejadian itu saat hendak melaksanakan salat Subuh.

“Taunya subuh gembok sudah rusak, buka CCTV ada anak tiga yang mencuri, uangnya Rp2 juta,” ujar Ponijan.

Menurut Ponijan, pencurian kotak amal bukan kali pertama terjadi di masjid tersebut. Namun pihak takmir memilih tidak membuat laporan resmi kepada kepolisian dan berupaya menyelesaikan persoalan secara internal. Pengamanan di lingkungan masjid pun akan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Meski tidak menerima laporan dari pengelola masjid, jajaran Polsek Widodaren tetap mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi dari masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Widodaren Bripka Nurman Ribut Santoso mengatakan petugas telah melakukan pengecekan di lokasi serta mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami sudah datang ke lokasi, mengamankan CCTV dan gembok kotak amal. Namun pihak masjid tidak melapor, meski demikian kasus ini tetap dalam penanganan kami,” kata Nurman.

Selain mengamankan dua gembok yang dirusak pelaku, polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi untuk mengidentifikasi ketiga pelaku dan menelusuri keberadaan mereka.

Karena pelaku diduga masih berusia anak-anak, penanganan perkara nantinya juga akan memperhatikan ketentuan hukum yang mengatur sistem peradilan pidana anak apabila identitas mereka berhasil diketahui. Polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi pencurian tersebut. [fiq/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.