Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar SMKN 1 tentang AI dan Bahaya Hoaks

0

Ringkasan Berita:

  • Polresta Sidoarjo memberikan edukasi dasar AI kepada siswa SMKN 1 Kabupaten Sidoarjo.
  • Pelajar dikenalkan dengan manfaat AI untuk belajar, bekerja, berkreasi, dan kehidupan sehari-hari.
  • Siswa juga mendapat pemahaman tentang penggunaan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
  • Polresta Sidoarjo mengingatkan pelajar agar kritis terhadap informasi dan tidak mudah menyebarkan hoaks.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Polresta Sidoarjo memberikan edukasi mengenai pemahaman dasar Artificial Intelligence (AI) kepada siswa dan siswi SMKN 1 Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan literasi digital generasi muda, khususnya pelajar, di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pengertian, fungsi, serta perkembangan AI. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai contoh pemanfaatan AI secara positif untuk mendukung kegiatan belajar, pekerjaan, kreativitas, hingga kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya mengenalkan manfaat AI, tim trainer dari Polresta Sidoarjo juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi tersebut secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Para pelajar diajak memahami bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan sebagai sarana melakukan kecurangan dalam kegiatan akademik.

Pemahaman mengenai literasi digital juga menjadi bagian penting dalam penyuluhan tersebut. Para siswa diberikan edukasi agar mampu membedakan informasi yang benar dengan berita bohong atau hoaks.

Kemampuan tersebut dinilai penting karena pelajar menjadi salah satu kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan berinteraksi dengan berbagai jenis informasi digital setiap hari.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan perkembangan teknologi AI perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi digital yang baik, terutama bagi generasi muda.

“AI memiliki banyak manfaat positif apabila digunakan dengan bijak. Karena itu, para pelajar perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi ini untuk belajar dan berkreasi, sekaligus tetap kritis terhadap informasi yang mereka terima di media digital,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman tersebut juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalisir penyebaran hoaks di kalangan pelajar.

“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar. Pastikan sumbernya jelas dan lakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain,” pesan AKP Tri Novi Handono.

Edukasi AI dan literasi digital tersebut sekaligus menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi. Pelajar tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko dan konsekuensi dari penggunaannya.

Polresta Sidoarjo berkomitmen terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya tersebut diarahkan agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif sekaligus mendukung terciptanya ruang digital yang aman dan sehat. [isa/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.