Permintaan Pertalite dan Biosolar Naik, Pertamina Pastikan Penyaluran Malang Aman

0

Ringkasan Berita:

  • Pertamina memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar di wilayah Malang Raya tetap aman meski kebutuhan BBM meningkat.
  • Kebutuhan Pertalite naik sekitar 6 persen dan Biosolar 15 persen berdasarkan evaluasi penyaluran sebelumnya.
  • Pertamina melakukan penyesuaian distribusi Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang sejak sekitar dua hari terakhir.
  • Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Malang (beritajatim.com) – Permintaan Pertalite dan Biosolar di wilayah Malang Raya mengalami peningkatan. Di tengah munculnya antrean di sejumlah SPBU setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap aman.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina terus menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Distribusi juga diatur dan disesuaikan secara berkala dengan mempertimbangkan stok serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas sehari-hari dapat tetap terpenuhi. Dalam kondisi tertentu, kami melakukan penyesuaian distribusi secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga agar penyaluran tetap berjalan dan pasokan dapat terdistribusi secara merata,” ujar Ahad dalam keterangannya.

Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan pasokan antarwilayah. Volume penyaluran diatur berdasarkan ketersediaan stok di titik suplai, kebutuhan SPBU, serta kondisi distribusi di lapangan.

Pertamina juga terus memantau kebutuhan BBM di wilayah Malang Raya. Berdasarkan evaluasi penyaluran bulan-bulan sebelumnya, kebutuhan Pertalite meningkat sekitar 6 persen, sedangkan Biosolar naik sekitar 15 persen.

Peningkatan kebutuhan tersebut antara lain dipengaruhi musim panen tebu serta meningkatnya aktivitas pariwisata pada periode liburan. Pertamina kemudian mengoptimalkan distribusi secara proporsional dan terus mengevaluasi volume penyaluran sesuai kebutuhan serta kondisi stok di lapangan.

Sebagai bagian dari pengendalian distribusi, sejak sekitar dua hari terakhir Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran Pertalite dari Fuel Terminal (FT) Malang. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi stok di titik suplai sehingga volume penyaluran disesuaikan dengan ketersediaan yang ada.

“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan akan menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan stok serta kebutuhan masyarakat. Prinsipnya, Pertamina tetap berupaya menjaga kelancaran distribusi dengan mengedepankan pemerataan pasokan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahad.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga diharapkan menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijaksana serta tidak langsung menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Menurut Pertamina, penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kekhawatiran masyarakat dan antrean yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasokan secara berkala. Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan dan aktivitas masyarakat, dengan distribusi yang dilakukan secara terukur dan merata sesuai kondisi stok serta kebutuhan wilayah,” kata Ahad. [luc/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.