Biaya Kesehatan Singapura Meningkat, Sunway Sebut Pasien Indonesia Makin Banyak Berobat ke Malaysia
Kuala Lumpur (beritajatim.com) – Malaysia semakin menjadi salah satu tujuan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Managing Director Sunway Healthcare Group, Dr Khoo Chow Huat, mengatakan peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan biaya layanan kesehatan di Singapura.
Menurut Dr Khoo, masyarakat Indonesia sebenarnya telah lama menjadikan Malaysia dan Singapura sebagai tujuan berobat.
Namun, perubahan biaya layanan kesehatan membuat Malaysia dinilai semakin menarik karena menawarkan layanan dengan kualitas yang baik dan biaya yang lebih terkendali.
“Seiring waktu, biaya layanan kesehatan di Singapura meningkat. Sementara biaya layanan kesehatan di Malaysia, menurut saya, relatif sangat terkendali,” ujar Dr Khoo kepada beritajatim.com, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat biaya layanan kesehatan di Malaysia lebih terkontrol adalah adanya regulasi terhadap tarif dokter.
“Biaya dokter sebenarnya sudah ditetapkan dalam undang-undang. Jadi, meskipun seorang dokter merasa dirinya sangat bagus, dia tetap tidak bisa mengenakan biaya sesuka hati karena ada ketentuan tarif yang harus dipatuhi,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat Indonesia mulai melihat Malaysia sebagai alternatif untuk memperoleh layanan kesehatan dengan kualitas yang baik namun biaya yang lebih terjangkau dibandingkan Singapura.
“Orang Indonesia mulai menyadari bahwa Malaysia menawarkan kualitas layanan kesehatan yang baik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Singapura. Karena itu, mereka mulai datang dalam jumlah besar, terutama setelah COVID-19,” ujar Dr Khoo.
Pasien Indonesia Meningkat Setelah Pandemi
Dr Khoo mengatakan peningkatan kunjungan pasien Indonesia semakin terlihat setelah pandemi COVID-19. Di sisi lain, kenaikan biaya layanan kesehatan di Singapura membuat sebagian pasien Indonesia mulai mempertimbangkan negara tujuan lain.
“Setelah COVID-19, harga layanan kesehatan di Singapura meningkat lebih jauh, sedangkan biaya di Malaysia masih relatif terkendali. Karena itu, kami melihat banyak pasien datang dari Indonesia,” tuturnya.
Menurut Dr Khoo, tren tersebut juga terlihat dari informasi yang diperolehnya dari kolega di Singapura.
“Ketika saya berbicara dengan teman-teman saya di Singapura, mereka mengatakan jumlah pasien Indonesia yang datang semakin berkurang. Jadi, bisa dikatakan banyak dari mereka sekarang menyadari bahwa Malaysia menawarkan kualitas yang baik dengan nilai yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” katanya.
Selain biaya, kecepatan mendapatkan layanan juga menjadi pertimbangan pasien Indonesia. Dr Khoo menilai dalam sejumlah kondisi, pasien di Indonesia terkadang harus menunggu karena keterbatasan jumlah dokter pada bidang tertentu.
“Indonesia masih memiliki kekurangan dokter dalam beberapa bidang. Jadi terkadang pasien harus menunggu. Di Malaysia, pasien bisa datang dan mendapatkan layanan dengan lebih cepat,” ujarnya.
Indonesia Tetap Jadi Pasar Penting Sunway
Dr Khoo menegaskan Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi Sunway Healthcare Group. Pihaknya berkomitmen mempertahankan biaya layanan agar tetap kompetitif sekaligus menjaga kualitas pelayanan medis.
“Kami masih melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat penting. Kami akan terus menjaga biaya agar tetap efektif dan memberikan nilai yang baik bagi pasien. Pada saat yang sama, kami akan terus memastikan pelayanan kesehatan yang kami berikan berkualitas,” kata Dr Khoo.
Menurutnya, keberadaan perwakilan di Indonesia juga memiliki peran penting dalam membantu pasien sebelum menjalani perawatan di Malaysia.
Perwakilan tersebut menjadi penghubung antara pasien dan rumah sakit, mulai dari memberikan informasi layanan, membantu proses pendaftaran, hingga mengarahkan pasien kepada dokter yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Layanan Leukemia Jadi Salah Satu Keunggulan
Dr Khoo juga menyinggung layanan untuk penyakit kompleks seperti leukemia. Menurutnya, tidak banyak rumah sakit yang memiliki kemampuan lengkap untuk menangani kasus leukemia, terutama ketika pasien membutuhkan transplantasi sel punca atau stem cell transplant.
“Jika berbicara mengenai leukemia, ini merupakan penyakit yang tidak bisa ditangani oleh banyak rumah sakit. Bahkan di Malaysia, kalau berbicara mengenai rumah sakit swasta, mungkin hanya ada dua atau tiga rumah sakit yang benar-benar mampu menanganinya dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan Sunway Medical Centre menjadi salah satu rumah sakit yang memiliki kemampuan tersebut, didukung dokter spesialis hematologi berpengalaman.
“Kami adalah salah satunya karena memiliki salah satu ahli hematologi terbaik di sini. Ada Dr Chang, yang sebelumnya merupakan kepala hematologi nasional di negara ini dan sekarang bergabung bersama kami,” kata Dr Khoo.
Menurutnya, pengalaman dokter menjadi faktor penting dalam penanganan penyakit kompleks, termasuk leukemia yang membutuhkan terapi dan prosedur khusus.
Generasi Muda Mulai Datang untuk Medical Checkup
Mengenai profil pasien Indonesia, Dr Khoo mengatakan pasien yang datang ke Malaysia berasal dari berbagai kelompok usia.
Ia mengakui pasien yang membutuhkan pengobatan penyakit serius umumnya berasal dari kelompok usia lebih tua. Namun, generasi muda juga mulai terlihat datang, terutama untuk pemeriksaan kesehatan, layanan anak, dan kebutuhan medis lainnya.
“Secara alami, orang yang datang ke rumah sakit umumnya memang berusia lebih tua. Namun, pasien muda juga datang untuk pemeriksaan kesehatan, membawa anak, atau menangani masalah kesehatan yang lebih sederhana,” ujarnya.
Dengan demikian, perjalanan medis ke Malaysia tidak lagi hanya dilakukan oleh pasien dengan penyakit berat. Pemeriksaan kesehatan rutin atau medical checkup, layanan kesehatan anak, serta konsultasi medis juga menjadi bagian dari kebutuhan pasien Indonesia.
Pasien Indonesia Awalnya Datang untuk Second Opinion
Dr Khoo mengatakan sebagian pasien Indonesia yang pertama kali datang ke Sunway Medical Centre biasanya telah menjalani konsultasi atau pemeriksaan di Indonesia.
Karena itu, mereka datang ke Malaysia untuk memperoleh second opinion atau pendapat medis kedua sebelum menentukan langkah pengobatan.
“Saya kira keduanya terjadi. Biasanya, pertama kali mereka datang untuk mendapatkan pendapat medis kedua. Mereka umumnya sudah pernah menemui dokter di tempat lain,” katanya.
Namun, pengalaman positif selama mendapatkan pelayanan di Sunway Medical Centre membuat sebagian pasien kemudian memilih kembali ke rumah sakit tersebut untuk konsultasi maupun pengobatan berikutnya.
“Banyak dari mereka yang setelah merasa sangat puas dengan pelayanan, akhirnya menjadikan Sunway sebagai pilihan utama untuk kunjungan mereka berikutnya,” ujar Dr Khoo.
Menurutnya, pola tersebut kini mulai berubah. Jika sebelumnya pasien lebih banyak datang setelah mendapatkan informasi atau rekomendasi dari pihak lain, semakin banyak pula pasien yang kini datang secara langsung.
“Namun, semakin banyak pasien yang sekarang datang secara langsung,” katanya.
Perwakilan di Indonesia Bantu Pasien Sebelum Berobat
Peningkatan pasien Indonesia tersebut juga tidak terlepas dari peran perwakilan Sunway Healthcare Group dan mitra layanan kesehatan di Indonesia.
Kehadiran perwakilan tersebut membantu pasien memperoleh informasi mengenai dokter dan layanan yang tersedia, sekaligus mempersiapkan kebutuhan administrasi sebelum berangkat ke Malaysia.
Hal tersebut terlihat dari pengalaman Robby Hadiyanto, pasien asal Pekanbaru, Riau, yang sebelumnya membawa anaknya menjalani perawatan di Indonesia sebelum mencari second opinion ke Sunway Medical Centre.
Robby mengatakan keluarganya mendapatkan bantuan Assist Care Indonesia sejak proses pendaftaran hingga memperoleh informasi mengenai dokter yang sesuai dengan kondisi anaknya.
“Informasi dokter di Sunway ini kami dapat dari Assist Care Indonesia. Jadi kami dibantu mulai dari pendaftaran sampai nanti kepulangan,” ujar Robby.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keputusan pasien Indonesia mencari layanan kesehatan di luar negeri tidak hanya dipengaruhi biaya. Faktor lain seperti kecepatan layanan, akses terhadap dokter spesialis, kebutuhan second opinion, serta kemudahan proses administrasi juga menjadi pertimbangan.
Bagi Sunway Healthcare Group, Indonesia pun dipandang tetap sebagai pasar penting. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempertimbangkan kualitas layanan, biaya, dan kemudahan akses, Malaysia berpotensi terus menjadi salah satu tujuan medical travel bagi pasien Indonesia. (ted)
Link informasi : Sumber