Bocoran Calon Tuan Rumah Muktamar NU ke-35: Empat Wilayah Ajukan Diri

0

Ringkasan Berita

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengantongi empat wilayah yang resmi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Empat kandidat lokasi tersebut meliputi Provinsi Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Untuk klaster Jawa Timur, dua pesantren besar yakni Ponpes Lirboyo (Kediri) dan Ponpes Tambakberas (Jombang) diusulkan menjadi lokasi utama.

Mengingat waktu persiapan yang semakin mepet, faktor kemudahan akses transportasi bagi pengurus wilayah dan cabang akan menjadi salah satu pertimbangan krusial PBNU.

Kediri (beritajatim.com) – Agenda besar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang kini memasuki tahapan krusial penentuan lokasi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengonfirmasi telah menerima proposal pengajuan diri dari sejumlah pengurus wilayah yang siap menjadi rujukan berkumpulnya para nahdliyin se-Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di sela-sela pelaksanaan forum nasional di Teras Gubuk, kompleks Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada Minggu (21/6/2026).

Pemetaan 4 Wilayah Kandidat dan Usulan Pesantren Besar

Gus Ipul membeberkan bahwa peta persaingan bursa calon tuan rumah terbagi ke dalam empat titik strategis di Indonesia. Setiap daerah menawarkan kesiapan fasilitas penunjang untuk menyambut ribuan utusan muktamar.

“Lokasinya tetap ada. Yang sudah mengusulkan itu sekarang kan yang jelas ada beberapa. Salah satu dari Sumatera Barat, kemudian juga di NTB, yang ketiga di Jawa Timur, dan yang terakhir Jakarta,” urai Gus Ipul secara rinci.

Khusus untuk opsi di Provinsi Jawa Timur, usulan mengerucut pada dua institusi pesantren legendaris yang memiliki ikatan historis kuat dengan pendirian NU, yaitu Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Kabupaten Jombang.

Aksesibilitas Mudah dan Bobot Pertimbangan Ulama

Meskipun telah mengantongi empat nama wilayah, PBNU dipastikan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Jajaran tanfidziyah dan syuriah bakal menakar setiap aspek secara komprehensif, terutama mengenai manajemen risiko dan teknis mobilisasi massa.

Gus Ipul menggarisbawahi bahwa sisa waktu menuju bulan Agustus tergolong sangat pendek. Oleh karena itu, faktor aksesibilitas atau kemudahan jangkauan transportasi bagi seluruh Pengurus Cabang (PCNU) dan Pengurus Wilayah (PWNU) dari berbagai pelosok tanah air akan memegang bobot nilai yang sangat tinggi.

“Yang akan jadi pertimbangan PBNU ke depan tentu waktunya juga sudah pendek. Faktor akses yang membuat pengurus cabang dan wilayah bisa dengan mudah menjangkau lokasi, mungkin menjadi salah satu pertimbangan utama itu,” jelas Mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Kendati demikian, Gus Ipul menegaskan aspek geografis bukan satu-satunya penentu mutlak. Keputusan final mengenai peluit lokasi Muktamar NU ke-35 ini tetap harus melewati mekanisme musyawarah internal dan meminta restu dari jajaran kiai sepuh Nahdlatul Ulama.

“Tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang jadi bahan diskusinya para pengurus PBNU khususnya, dan jajaran para ulama. Nanti tentu akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan tempat muktamar secara resmi,” pungkas Gus Ipul. [nm/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.