Dari Engineer Migas hingga Tersangka Pembunuhan, Ini Rekam Jejak Dwi Bagus Martono

0

Madiun (beritajatim.com) – Sebelum terseret kasus pembunuhan sadis terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), Dwi Bagus Martono (40) diketahui memiliki rekam jejak pekerjaan di bidang teknik minyak dan gas bumi (migas). Bahkan, pekerjaannya sebagai engineer migas lepas pantai membawanya bekerja hingga ke sejumlah negara.

Fakta tersebut diungkapkan istri sahnya, Martha Amalia Iflahah (34), saat memberikan keterangan kepada awak media di Hotel Mercure Madiun, Senin (2/11/2026).

Martha menjelaskan, suaminya sebelumnya bekerja sebagai engineer di salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang bergerak di bidang layanan minyak dan gas bumi lepas pantai (offshore oilfield services).

Namun, sejak Agustus 2023, Dwi Bagus memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan beralih menjadi pekerja lepas atau freelance engineer. Perubahan status pekerjaan itu membuat jangkauan proyek yang ditanganinya semakin luas. Dia tidak lagi hanya bekerja di Indonesia, tetapi juga mendapat penugasan dari sejumlah agen internasional.

Salah satu penugasan pertamanya setelah menjadi pekerja lepas adalah di Aberdeen, Inggris. Setelah itu, Dwi Bagus kembali bekerja di sejumlah negara dengan mengikuti proyek yang ditawarkan agen internasional.

“Sejak Agustus 2023 suami saya ini menjadi freelance. Artinya, dia bekerja menjadi lebih luas, agen-agennya ini menjadi agen-agen internasional. Jadi, dia tidak sebatas bekerja di Indonesia saja, tapi di beberapa perairan luar negeri,” ungkap Martha.

Foto BeritaJatim.com
Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono yang berstatus saksi, buka suara terkait kasus pembunuhan sadis di Madiun. (Foto : Rendra Bagus/beritajatim.com)

Jadwal Kerja Tidak Pasti

Ritme kerja Dwi Bagus pun bergantung pada proyek yang diperolehnya. Setiap penugasan memiliki durasi kontrak berbeda. Martha mencontohkan, salah satu kontrak pekerjaan dengan agen di Inggris berlangsung selama delapan minggu.

Sebelum berangkat, Dwi Bagus biasanya sudah menyampaikan durasi pekerjaan kepada istrinya. Setelah kontrak selesai, dia akan menjalani masa libur atau off sebelum kembali mendapat penugasan berikutnya.

Namun, masa libur tersebut tidak memiliki jadwal pasti. Terkadang Dwi Bagus hanya berada di rumah selama satu hingga dua minggu. Bahkan, dia bisa beristirahat hingga sebulan apabila belum mendapatkan kontrak pekerjaan baru. Sebaliknya, tidak jarang baru seminggu berada di rumah, dia sudah kembali mendapat panggilan kerja.

“Jadi memang ritme kerja suami saya itu tergantung proyek. Misalnya dengan agen A di Inggris selama delapan minggu, itu seperti ada MoU atau kontraknya di awal. Setelah itu off. Kadang seminggu dua minggu dia di rumah, bahkan sampai sebulan ketika belum dapat kontrak baru. Tapi pernah juga hanya seminggu ternyata sudah dipanggil bekerja lagi,” jelasnya.

Mobilitas pekerjaan tersebut membuat Martha mengaku tidak selalu mengetahui secara detail aktivitas suaminya ketika berada di luar rumah. Meski demikian, dia mengaku selama ini tidak pernah merasa perlu memeriksa telepon genggam maupun meminta kata sandi pribadi suaminya.

Foto BeritaJatim.com
Dwi Bagus Martono (Foto : Istimewa)

Percaya Suami tapi Ternyata Dikhianati

Martha mengaku memilih memberikan kepercayaan penuh terhadap pekerjaan dan aktivitas Dwi Bagus selama berada di luar rumah. Baginya, selama suaminya berpamitan ketika hendak bekerja dan memberi kabar saat akan pulang, tidak ada alasan untuk mencurigainya.

“Saya merasa saya itu tipe orang yang ya sudah, apa yang kamu kerjakan di luar aku mempercayakan itu. Aku pasrahkan penjagaan ini kepada Yang Maha Menjaga. Artinya, apa pun yang kamu lakukan kalau memang ternyata itu mengkhianati saya, menipu saya, itu menjadi urusanmu,” tuturnya.

Foto BeritaJatim.com
Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono yang berstatus saksi, buka suara terkait kasus pembunuhan sadis di Madiun. (Foto : Rendra Bagus/beritajatim.com)

Dia juga menegaskan bukan tipe istri yang kerap memeriksa telepon genggam suami atau meminta kata sandi untuk mengetahui aktivitas pribadinya.

“Saya bukan tipe yang ngecek HP suami, sedikit-sedikit minta password dan lain sebagainya. Saya percaya penuh kepada beliau. Selama itu ya izin pamit seperti biasa, pamit bekerja, kemudian saat mau pulang juga mengabari,” imbuh Martha.

Namun, kepercayaan yang selama ini diberikan Martha kepada suaminya kini berhadapan dengan kenyataan pahit. Di tengah aktivitas pekerjaan Dwi Bagus yang mengharuskannya bepergian ke sejumlah negara, terungkap pula hubungan pernikahan siri dengan Dini Hardiyanti yang disebut telah berlangsung sekitar dua tahun tanpa sepengetahuannya.

Kasus pembunuhan terhadap Dini dan anaknya tersebut kini menyeret Dwi Bagus ke dalam persoalan hukum berat. Kehidupan profesional yang sebelumnya membawanya bekerja hingga ke luar negeri pun kini berganti dengan proses hukum yang harus dipertanggungjawabkannya. (rbr/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.