Diduga Dipicu Dendam Lama, Pria di Sampang Terluka Akibat Sabetan Senjata Tajam
Ringkasan Berita:
- Seorang pria asal Kecamatan Kedungdung, Sampang, terluka akibat dugaan sabetan senjata tajam.
- Korban mengalami luka di bagian lengan dan paha hingga dirawat di RSUD Mohammad Zyn.
- Polisi menduga peristiwa dipicu persoalan atau dendam lama.
- Kasus masih dalam penyelidikan Polsek Kedungdung.
Sampang (beritajatim.com) – Seorang pria berinisial W, warga Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, harus menjalani perawatan intensif di RSUD Mohammad Zyn Kabupaten Sampang setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam, Rabu (1/7/2026).
Korban mengalami luka pada bagian lengan dan paha akibat sabetan senjata tajam. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan lama antara korban dengan seseorang yang juga berasal dari Kecamatan Kedungdung.
Insiden terjadi saat korban melintas di wilayah Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung. Di lokasi itu, korban bertemu dengan terduga pelaku yang disebut-sebut merupakan musuh lamanya. Pertemuan tersebut diduga berujung pada pertikaian hingga terjadi aksi penganiayaan.
Kapolsek Kedungdung, Iptu Safriwanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta motif kejadian.
“Benar, korban dan terduga pelaku sama-sama warga Kecamatan Kedungdung. Namun, untuk kronologi lengkapnya kami belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam proses penyelidikan. Informasi sementara yang kami peroleh, kejadian ini diduga dipicu oleh dendam lama,” ujarnya.
Sementara itu, Humas RSUD Mohammad Zyn Sampang, Amin Ja’far, membenarkan adanya seorang pasien korban dugaan penganiayaan yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 10.30 WIB.
Ia mengatakan korban merupakan warga Kecamatan Kedungdung yang diduga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
“Saat ini tim medis masih melakukan observasi untuk memastikan kondisi serta lokasi luka yang dialami korban. Perkembangannya akan kami sampaikan kembali,” katanya.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi maupun pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. [sar/beq]
Link informasi : Sumber