Fatayat NU Kota Malang 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan

0

Ringkasan Berita:

  • PC Fatayat NU Kota Malang masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik di Hall KH Abdulrahman Wahid Unisma dengan dihadiri sekitar 350 peserta.
  • Widya Rini resmi menjabat Ketua PC Fatayat NU Kota Malang setelah terpilih dalam Konfercab 2025.
  • PCNU Kota Malang menekankan penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pencegahan kekerasan seksual sebagai agenda strategis organisasi.

Malang (beritajatim.com) – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik pada Minggu (31/5/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Hall KH Abdulrahman Wahid, Universitas Islam Malang (Unisma), dan dihadiri ratusan kader, tokoh agama, serta pejabat pemerintahan.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Widya Rini resmi mengemban amanah sebagai Ketua PC Fatayat NU Kota Malang periode 2025-2030. Mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Lowokwaru itu sebelumnya terpilih melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar pada Juni 2025.

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan, Fina Faizah, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader Fatayat NU Kota Malang yang telah mempersiapkan kegiatan secara matang selama dua bulan terakhir.

“Acara ini diinisiasi oleh sahabat-sahabat Fatayat dari seluruh pengurus PC Fatayat NU Kota Malang dan juga anak-anak ranting di bawah kepemimpinan PC Fatayat NU Kota Malang. Kami sudah mempersiapkan dan mematangkan acara ini mulai dari 2 bulan yang lalu, baik itu dari sponsor-sponsor maupun koordinasi dengan pejabat-pejabat yang hadir pada hari ini,” ujar Fina Faizah di sela acara, Minggu (31/5/2026).

Menurut Fina, pelantikan dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, tokoh agama, serta jajaran pengurus Fatayat NU dari berbagai tingkatan di Kota Malang. Sebanyak 75 Pengurus Ranting (PR) turut hadir dengan masing-masing mengirimkan dua orang perwakilan.

Melalui kepengurusan baru ini, Fatayat NU Kota Malang berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam mewujudkan kemaslahatan umat, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan peran sosial di tengah masyarakat.

“Harapannya sesuai dengan slogan kita, yaitu PC Fatayat NU Kota Malang yang Berkelas, Melesat, Berdampak. Semoga kita semakin maju dan membawa dampak nyata, tidak hanya bagi internal Fatayat NU saja, melainkan untuk seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam merangkul kaum perempuan,” imbuh Fina.

Pelantikan tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH. Dr. Isroqunnajah atau yang akrab disapa Gus Is. Ia mengakui proses pelantikan membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus menunggu terpenuhinya sejumlah persyaratan administrasi organisasi.

Foto BeritaJatim.com
Suasana pelantikan PC Fatayat NU Kota Malang 2025-2030 (Foto: Dani Alifian)

“Yang pertama, tentu saya memberikan apresiasi dan ucapan selamat terkait dengan pelantikan hari ini yang memang relatif agak lama, karena menunggu beberapa persyaratan administrasi yang diperlukan. Saya memberikan apresiasi kepada ketua terpilih dan pengurus yang dilantik hari ini,” ujar Gus Is.

Meski demikian, Gus Is mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Fatayat NU ke depan semakin kompleks. Salah satu perhatian utama adalah penguatan ketahanan keluarga dan kedaulatan digital di tengah derasnya arus informasi serta maraknya penyebaran ideologi transnasional melalui media sosial.

“Bagaimana Fatayat ini mampu membentengi keluarga dari serangan ideologi transnasional yang hari ini juga belum selesai, serta konten-konten negatif di dalam medsos itu,” tegasnya.

Selain itu, isu kemandirian ekonomi perempuan juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, Fatayat NU perlu mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan solusi nyata melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Harapannya Fatayat mampu melahirkan sociopreneur (wirausaha sosial) yang adaptif, agar ekonomi keluarga ini tetap tangguh dan mampu bertahan (survive) dalam menghadapi badai ekonomi global saat ini,” tutur Gus Is.

Perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual juga menjadi agenda strategis yang disorot dalam pelantikan tersebut. Gus Is mengaku prihatin terhadap berbagai kasus kekerasan yang belakangan marak terjadi dan meminta Fatayat NU berperan aktif memberikan edukasi kepada anak-anak serta kader-kader muda.

“Saya ikut menyesal dan prihatin dengan isu-isu kekerasan yang belakangan terjadi di banyak tempat, termasuk yang menyudutkan pesantren. Tindakan asosial di pesantren itu sesungguhnya amat kita sayangkan. Karena itu, teman-teman Fatayat saya kira bisa memberikan literasi kepada semua anak-anak dan kader-kadernya untuk berani bilang tidak ketika disentuh oleh siapa pun, kecuali oleh orang tua,” pintanya secara mendalam.

Di akhir sambutannya, Gus Is menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, konsep al-mar’atu imadul bilad atau perempuan sebagai tiang negara harus menjadi semangat gerakan PC Fatayat NU Kota Malang selama lima tahun ke depan.

“Maka kalau kemudian perempuan itu tangguh, memiliki ketahanan, kepekaan, dan literasi yang cukup, saya kira ini akan aman bagi kader-kader kita. Sekali lagi, selamat kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik. Mari kita bersama-sama memastikan agar perkembangan organisasi dan kemaslahatan umat dapat terselenggara dengan baik,” pungkasnya. [dan/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.