ITSK RS Soepraoen Malang Siapkan Prodi Teknologi dan Kesehatan

0

Malang(beritajatim.com)– Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan sains terapan.

ITSK RS dr. Soepraoen Malang menghadirkan berbagai program studi yang mencakup jenjang Diploma, Sarjana, hingga Profesi. Hal ini akan menjadi alternatif pilihan bagi calon mahasiswa baru saat akan meneruskan pendidikan di Kota Malang.

Keberagaman program menjadi komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri kesehatan masa depan.

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, mengatakan bahwa keberagaman program studi yang dimiliki kampus menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi yang terus berkembang.

Menurutnya, ITSK tidak hanya menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

“Kami ingin setiap program studi di ITSK mampu menjadi ruang pengembangan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme, sehingga lulusan memiliki daya saing serta mampu berkontribusi di bidang kesehatan dan teknologi,” ujar Sutrisno, Jumat, (29/5/2026)

Program Studi Sarjana di ITSK RS dr. Soepraoen Malang diantaranya, S1 Keperawatan, S1 Fisioterapi, S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, S1 Informatika, S1 Kebidanan. Lalu Sarjana Kedokteran Gigi, Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiolog.

Untuk program Diploma meliputi, D3 Keperawatan, D3 Akupunktur, D3 Farmasi, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Sementara program profesi ITSK juga menyediakan pendidikan profesi sebagai jenjang lanjutan, antara lain, Pendidikan Profesi Ners, Pendidikan Profesi Bidan,  Pendidikan Profesi Fisioterapis, Pendidikan Profesi Dokter Gigi, Pendidikan Profesi Apoteker.

Ditunjang ekosistem pendidikan berbasis rumah sakit, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang terintegrasi antara teori dan praktik lapangan.

Wakil Rektor II ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. Juliati Koesrini, A.Per.Pend.M.KPd, mengatakan bahwa mereka terus memperkuat sarana prasarana, fasilitas pembelajaran, serta dukungan sumber daya manusia guna menunjang proses pendidikan dan praktik mahasiswa.

“Tujuannya agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi kesehatan,” kata Juliati.

Keberadaan program studi di bidang kesehatan yang dipadukan dengan teknologi seperti Informatika juga menunjukkan arah pengembangan kampus menuju kebutuhan industri kesehatan digital, sistem informasi medis, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

“Mahasiswa ITSK tidak hanya belajar sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, penguatan organisasi, pengembangan soft skills, serta pengalaman praktik yang mendukung kesiapan kerja. Kami ingin lulusan memiliki kompetensi sekaligus kemampuan adaptasi saat memasuki dunia profesional,” ujar Wakil Rektor III ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Sartoyo, S.Kes., S.Sos., M.Kes.

Selain menghadirkan beragam program studi di bidang kesehatan dan teknologi, ITSK RS dr. Soepraoen Malang juga menempatkan kesiapan lulusan sebagai salah satu fokus utama pendidikan. Setiap bidang memiliki prospek karier yang luas, mulai dari tenaga keperawatan, bidan, fisioterapis, farmasis, tenaga rekam medis, praktisi akupunktur, tenaga anestesiologi, hingga kebutuhan pada sektor kesehatan digital melalui program studi Informatika.

Wakil Rektor I ITSK dr. Soepraoen Malang, Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan S.Kep, Ners, M.Kep, menyebut mahasiswa ITSK tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan dan pembelajaran berbasis dunia kerja yang mendekatkan mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan.

Penguatan kompetensi tersebut semakin diperkuat melalui pembekalan profesi dan sertifikasi pada beberapa program studi, sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Kehadiran sertifikat kompetensi dan pengalaman praktik menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di tengah kebutuhan tenaga profesional yang terus berkembang.

“Kondisi ini menjadikan ITSK RS dr. Soepraoen Malang tidak hanya menawarkan pilihan jurusan yang beragam, tetapi juga menghadirkan peluang pengembangan karier yang lebih terbuka, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan dengan orientasi kesiapan kerja dan profesionalisme,” ujar Ardhiles.

Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerjasama dan PMB Amin Zakaria, S.Kep., Ners., M.Kes mengatakan ITSK RS dr. Soepraoen Malang menempatkan diri tidak hanya sebagai kampus kesehatan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kompetensi profesional yang berorientasi pada kesiapan kerja, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui keberagaman program studi, dukungan praktik lapangan, penguatan kompetensi, serta pengembangan fasilitas pendidikan, ITSK RS dr. Soepraoen Malang terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kesehatan serta perkembangan teknologi di masa depan,” kata Amin (luc/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.