Kemenhaj Siagakan Tim Khusus Mobile Crisis Rescue di Jalur Jamarat

0

Meta Deskripsi: Kemenhaj RI meluncurkan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) di Jamarat guna memberikan evakuasi darurat bagi jemaah haji Indonesia selama Hari Tasyrik.
Keyword Recommendation: mobile crisis rescue mina, pos mcr jamarat, jadwal lontar jumrah 2026, satgas mina kemenhaj, maria assegaff, evakuasi lansia haji
Tag: haji, haji 2026, Kemenhaj, Mobile Crisis Rescue, Hari Tasyrik
Slug SEO: kemenhaj-siagakan-mobile-crisis-rescue-jalur-jamarat-mina
RINGKASAN BERITA:

Tim khusus MCR bertugas memberikan pertolongan pertama, penanganan kedaruratan medis, dan evakuasi lansia.
Korps perlindungan diperkuat oleh pergerakan massal 1.356 personel Satgas Mina yang disebar di jalur perlintasan.
Jemaah diimbau mutlak mematuhi sesi berkala dan larangan melontar demi menghindari sengatan cuaca ekstrem.

Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperketat sistem proteksi keselamatan bagi jemaah haji Indonesia selama fase mabit di Mina dengan menyiagakan unit taktis Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan bangunan Jamarat. Posko kedaruratan bergerak ini diterjunkan khusus untuk mengeksekusi pertolongan pertama serta memotong birokrasi evakuasi darurat sepanjang Hari Tasyrik.

Langkah respons cepat ini ditempuh guna memitigasi risiko fatalitas fisik jemaah akibat paparan cuaca panas menyengat dan jepitan arus kepadatan massa saat melakoni ritual melontar jumrah. Melalui pembentukan MCR, negara mematangkan skema perlindungan di zona-zona paling rawan di luar area perkemahan maktab.

“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam rilis pers resmi, Kamis (28/5/2026).

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, tim MCR saat ini sudah menempati pos atas dan bawah bangunan Jamarat. Dilengkapi dengan tandu lipat dan suplai oksigen portable, para petugas adhoc bergerak memindai pergerakan kloter guna mengantisipasi adanya jemaah yang tumbang sebelum mencapai tiang klaster lontaran.

Maria menambahkan bahwa penempatan posko MCR di sepanjang rute utama ini dirancang agar petugas mampu melakukan intervensi medis secara instan tanpa menunggu ambulans pusat. Skema ini sekaligus menjadi jawaban atas komitmen transformasi haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jabar Maria secara transparan.
Jadwal Ketat dan Sesi Waktu Larangan Melontar Jumrah

Seiring masuknya fase 11 Zulhijah, jemaah haji Indonesia dijadwalkan melontar tiga jamarah sekaligus, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Guna menjamin kelancaran arus, Kemenhaj merilis rincian matriks waktu berkala serta jam larangan mutlak yang wajib ditaati:

1. Agenda Lontar Jumrah 11 Zulhijah
Sesi 1: Jam 17.00 s.d 24.00 WAS (Waktu Arab Saudi)
Sesi 2: Jam 00.00 s.d 04.00 WAS (Memasuki dini hari 12 Zulhijah)
Waktu Larangan: Jam 11.00 s.d 18.00 WAS

2. Agenda Lontar Jumrah 12 Zulhijah
Sesi 1: Jam 05.00 s.d 10.30 WAS
Sesi 2: Jam 18.00 s.d 24.00 WAS
Waktu Larangan: Jam 11.00 s.d 14.00 WAS

3. Agenda Lontar Jumrah 13 Zulhijah
Sesi Reguler: Jam 05.00 s.d 12.00 WAS
(Tidak ada waktu larangan khusus pada hari terakhir keberangkatan nafar tsani)

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri. Ikuti jadwal, gunakan jalur resmi, dan jangan memisahkan diri dari rombongan. Keselamatan jemaah harus menjadi perhatian bersama,” tutur Maria mengingatkan agar pergerakan selalu dalam ikatan kelompok terpadu.

Pengerahan 1.356 Personel Satgas Mina
Untuk mengunci keandalan taktis di lapangan, Kemenhaj mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 1.356 Petugas Satgas Mina yang disebar ke seluruh urat nadi pergerakan. Penempatan personel difokuskan pada gawang Terowongan Muaisim Turki, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, serta persimpangan strategis Jalan 616 dan Jalan 533 di depan Mina Al-Wadi Hospital.

Korps petugas di pos pantau ini mengemban mandat berat untuk menghalau jemaah yang mencoba mengambil jalan pintas ilegal pasca-melontar. Penertiban arus searah mutlak ditegakkan agar rombongan jemaah haji Indonesia tidak berhadapan langsung dengan arus balik jemaah asing berpostur besar yang rawan memicu insiden desak-desakan.

Mengingat fluktuasi suhu udara Mina pada siang hari yang masih menyengat kulit, jemaah haji diwajibkan bertahan di dalam tenda maktab saat jam larangan berlaku. Penghematan energi, disiplin konsumsi air putih, dan penggunaan alat pelindung kepala saat terpaksa keluar pemondokan menjadi instruksi mutlak demi menjaga kebugaran hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai dieksekusi. (ian/MCH)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.