Menembus Keheningan Malam, Mbah Mardijiyono 103 Tahun Tiba di Makkah

0

Makkah (beritajatim.com) – Mbah Mardijiyono, jemaah haji tertua berusia 103 tahun asal Yogyakarta, resmi menginjakkan kaki di Kota Suci Makkah pada Selasa (12/5/2026) pukul 00.38 Waktu Arab Saudi (WAS) setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah.

Mengenakan pakaian ihram dan kacamata dekat, kakek yang telah melampaui usia satu abad ini tiba di Hotel Al Asalah Al Bakkiya dengan rona wajah bugar dan senyum yang tak putus-putus.

Keheningan dini hari di kawasan Syisyah mendadak hangat saat bus nomor 8 yang membawa rombongan Kloter 9 Yogyakarta (YIA 09) berhenti tepat di depan pintu hotel.

Mbah Mardijiyono yang duduk di kursi paling depan sebelah kiri—dekat dengan jendela kaca—tampak terjaga sepanjang perjalanan. Ia mengenakan sandaran kepala agar sisa-sisa tenaganya tetap terjaga setelah mengambil miqat di Bir Ali.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, suasana penyambutan berlangsung penuh khidmat dan haru.

Mengingat kondisi fisik yang tak lagi memungkinkan untuk turun secara mandiri, Ibnu Khaldun, pendamping dari KBIHU, dengan sigap menggendong Mbah Mardijiyono turun dari bus, disambut oleh deretan petugas haji yang telah menyiapkan kursi roda.

Begitu memasuki lobi hotel, sebuah kejutan kecil telah menanti. Petugas menyodorkan segelas teh hangat manis sebagai penyambut “tamu agung” dari tanah Mataram tersebut. Tangannya yang mulai keriput memegang gelas dengan mantap.

“Alhamdulillah. Iya, remen aku sampek Makkah,” ungkap Mbah Mardijiyono sembari menyeruput teh hangat tersebut. Kata “remen” dalam bahasa Jawa yang berarti “senang” atau “suka” itu menjadi ungkapan syukur yang mewakili penantian panjangnya selama bertahun-tahun.

Meski tidak banyak kata yang terucap, wajah Mbah Mardijiyono terus memancarkan kegembiraan. Sesekali ia memperlihatkan gigi ompongnya saat membalas sapaan para petugas yang mengerumuninya.

Ketangguhannya malam itu seolah menghapus kekhawatiran banyak pihak, mengingat beberapa hari sebelumnya ia sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit Madinah akibat penurunan kondisi kesehatan.

Kepala Sektor 7 PPIH Arab Saudi, Ronald Paul Sinyal, yang turut menyambut langsung di lokasi, memberikan apresiasi atas vitalitas sang kakek. Ia memanjatkan doa singkat agar perjalanan ibadah Mbah Mardijiyono di Makkah berjalan tanpa hambatan hingga puncak haji mendatang.

“Untuk Mbah Mardijiyono semoga sehat selalu, dan nanti saat melaksanakan haji, semoga menjadi haji yang mabrur,” ungkap Sinyal dengan nada haru.

Sesuai prosedur kesehatan bagi lansia, setibanya di kamar, Mbah Mardijiyono langsung diminta untuk beristirahat total. Hal ini dilakukan guna mengumpulkan energi sebelum melaksanakan umrah wajib—rangkaian thawaf dan sai di Masjidil Haram—yang dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada sore hari setelah salat Asar.

Di bawah pengawalan ketat petugas medis dan pendamping kloter, ikon haji ramah lansia 2026 ini siap menuntaskan rukun demi rukun di rumah Allah. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.