Nonton Karnaval Sound Horeg bareng Suami, Wanita di Blitar Meninggal Usai Sholat Maghrib

0

Ringkasan Berita:

  • Seorang wanita berinisial YP (45), warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah sholat Maghrib saat jeda karnaval sound horeg di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan.
  • Korban datang bersama suaminya sejak pukul 16.00 WIB untuk menyaksikan karnaval.
  • Setelah sholat Maghrib, korban yang masih mengenakan mukena saat berzikir tiba-tiba terjatuh, sempat mengalami kejang, lalu tidak sadarkan diri.
  • Korban sempat dibawa ke RS Medika Utama Kanigoro, tetapi dinyatakan meninggal dunia pukul 18.40 WIB. Polisi menyebut berdasarkan keterangan medis dan keluarga, korban diindikasi mengalami gangguan jantung.

Blitar (beritajatim.com) – Seorang wanita berinisial YP (45), warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, meninggal dunia setelah sholat Maghrib saat jeda karnaval sound horeg di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (21/9/2026). Korban sebelumnya datang bersama suaminya untuk menyaksikan karnaval.

“Peristiwa tersebut terjadi di tengah jeda (sound break) kegiatan karnaval sekitar pukul 17.45 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi acara bersama suaminya, S, sejak pukul 16.00 WIB untuk menyaksikan gelaran karnaval,” kata Aiptu Saeful Muheni, Kasi Humas Polres Blitar, Senin (21/9/2026).

Saat memasuki waktu sholat Maghrib dan musik dipadamkan, korban bergegas menuju musala terdekat untuk menunaikan ibadah.

Namun, usai mengakhiri sholat dan masih mengenakan mukena saat berzikir, YP mendadak terjatuh. Korban sempat mengalami kejang sebelum akhirnya tidak sadarkan diri di dalam musala.

Melihat kondisi tersebut, suami korban bersama warga sekitar langsung meminta bantuan tim medis dari Puskesmas Kademangan yang kebetulan sedang bersiaga di dekat lokasi karnaval.

“Petugas medis yang memeriksa di tempat mendapati denyut nadi korban sudah sangat lemah. Korban kemudian segera dilarikan ke RS Medika Utama Kanigoro untuk mendapatkan penanganan medis darurat,” imbuh Saeful.

Namun, setelah sempat mendapat perawatan intensif, tim medis rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 18.40 WIB.

Petugas dari Polsek Lodoyo Barat (Lobar) yang menerima laporan langsung melakukan pendalaman, mengumpulkan keterangan para saksi, serta meminta keterangan dari suami korban.

“Berdasarkan keterangan medis dan pihak keluarga, YP diketahui memiliki riwayat penyakit kista dan diindikasi mengalami gangguan jantung, di mana jantungnya sering berdetak kencang,” tandas Saeful.

Pihak keluarga telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan membuat pernyataan menolak autopsi. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kecamatan Kanigoro untuk diproses pemakamannya. [owi/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.