Risk Assessment Polda Jatim, Stadion Surajaya Lamongan Raih Nilai 85,2
Ringkasan Berita:
- Ditpamobvit Polda Jawa Timur melakukan risk assessment Stadion Surajaya Lamongan sebagai venue pertandingan sepak bola skala nasional.
- Pemeriksaan mencakup fasilitas keselamatan, kesehatan, pemadam kebakaran, jalur evakuasi, CCTV, alarm, hingga sarana pendukung pertandingan.
- Secara umum Stadion Surajaya dinilai siap digunakan untuk kompetisi, meski masih terdapat catatan kecil terkait penanda jalur evakuasi.
- Nilai risk assessment Stadion Surajaya meningkat dari 79 pada musim sebelumnya menjadi 85,2 tahun ini.
Lamongan (beritajatim.com) – Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur melakukan risk assessment atau penilaian risiko keamanan di Stadion Surajaya Lamongan. Hasil penilaian menunjukkan stadion tersebut dinilai siap menjadi venue pertandingan sepak bola skala nasional, termasuk kompetisi Championship musim 2026/2027.
Tim risk assessment yang dipimpin AKBP Fatahul Azmi tersebut melakukan pemeriksaan terhadap berbagai fasilitas vital di Stadion Surajaya. Pengecekan meliputi kelengkapan keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, ruang dan fasilitas kesehatan, jalur evakuasi, sistem pengawasan CCTV hingga alarm.
Selain fasilitas keselamatan, tim juga mengecek sejumlah sarana penunjang pertandingan. Di antaranya ruang ganti pemain, kesiapan genset, tandon air dan toilet yang berfungsi mendukung kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
AKBP Fatahul Azmi mengatakan assessment dilakukan untuk membantu panitia pelaksana pertandingan memitigasi berbagai potensi kerawanan selama kompetisi berlangsung.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stadion benar-benar siap digunakan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi risiko keamanan selama kompetisi berlangsung,” kata Azmi, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan hasil penilaian, secara umum kondisi Stadion Surajaya berada dalam keadaan siap. Namun, masih terdapat beberapa catatan evaluasi berskala kecil yang perlu diperhatikan, salah satunya terkait penanda jalur evakuasi di area stadion.
“Setelah kami melakukan pengecekan, Stadion ini sudah siap untuk melaksanakan kompetisi. Baik dari infrastrukturnya, kesiapan-kesiapan pendukung yang lain termasuk kesehatan, pemadam kebakaran, terus steward, dan lain sebagainya sudah siap. Termasuk administrasi-administrasi terkait dengan Standar Operasional Prosedur penggunaan fasilitas yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pertandingan Persela, Mahfud Syafi’i, mengatakan hasil risk assessment Stadion Surajaya tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan musim sebelumnya.
Menurut Mahfud, Stadion Surajaya sebelumnya memperoleh nilai 79 dalam risk assessment. Sementara dalam penilaian terbaru, skor keamanan stadion meningkat menjadi 85,2.
“Risk Assessment tahun lalu Stadion Surajaya memperoleh nilai 79, hasil risk assessment terbaru menunjukkan nilai 85,2,” kata Mahfud. [fak/beq]
Link informasi : Sumber