Sebelum Kembali ke Tanah Air, Menhaj Gus Irfan Pastikan Layanan di Madinah Maksimal
Ringkasan Berita:
- Menhaj Mochamad Irfan Yusuf bergerak cepat ke Madinah pasca-Armuzna untuk mengontrol kesiapan layanan katering jemaah gelombang kedua.
- Gus Irfan mengumpulkan 23 penyedia katering di Madinah guna memastikan standar kualitas konsumsi jemaah tidak kendor hingga hari terakhir.
- Menhaj mengecek langsung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan dapur penyedia guna menjamin pelayanan prima yang konsisten.
- Karakter kepemimpinan Gus Irfan yang teduh namun tegas sukses memompa kembali semangat para petugas haji di lapangan.
Madinah (beritajatim.com) — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf, bergerak cepat meninjau kesiapan operasional di Madinah pasca-sukses mengawal seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah taktis ini diambil pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut guna memastikan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai bergeser ke ‘Kota Nabi’ berada dalam kondisi prima.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Menhaj RI bahkan telah tiba di Madinah mendahului pergerakan para petugas MCH Daker Madinah yang bergeser dari Makkah.
Agenda utama Gus Irfan di Madinah adalah mengumpulkan dan menginstruksikan langsung 23 vendor katering selaku penyedia konsumsi harian jemaah haji Indonesia.
Langkah preventif ini diambil agar kesuksesan pemenuhan gizi jemaah gelombang pertama dapat dipertahankan secara konsisten untuk rombongan gelombang kedua. Gus Irfan menegaskan, pengawasan ketat di setiap lini dapur penyedia konsumsi tidak boleh kendor sedikit pun demi menjaga kepuasan selera para tamu Allah.
“Walaupun kita sudah berhasil menjaga kualitas makanan dari hari pertama, tapi kalau ada satu hari menjelang hari terakhir, ada menu makanan yang tidak sesuai, itulah yang nanti akan terus diviralkan, jadi semua petugas tidak boleh kendor mengontrol konsumsi jemaah ini,” tutur Gus Irfan dalam sesi bincang santai di Ruang MCH Daker Madinah pada Kamis (4/6/2026).
Spirit untuk Petugas Lapangan
Gaya kepemimpinan Gus Irfan yang teduh, santai, dan bersuara lembut namun sarat akan ketegasan kembali menjadi motor penggerak motivasi bagi para petugas. Pola pendekatan personal ini sebelumnya juga sukses diterapkan di Makkah pada Sabtu (23/05/2026) lalu, saat jajaran petugas bersiap menghadapi fase krusial Armuzna.
Kini, setelah fase berat di Armuzna terlewati, Menhaj kembali memompa vitalitas serta komitmen para petugas haji Indonesia. Fokus utama dialihkan pada pengawalan proses pendorongan jemaah dari Makkah, hingga pelayanan ibadah Arbain serta ziarah ke maqbarah Rasulullah SAW di Masjid Nabawi.
Instruksi tersebut disampaikan Gus Irfan secara terukur agar hari pertama kedatangan jemaah haji gelombang kedua pada Minggu (7/6/2026) dapat diantisipasi dengan persiapan paling matang di setiap sektor.
Inspeksi Langsung Fasilitas Kesehatan dan Logistik
Guna memastikan instruksinya berjalan linier dengan realitas di lapangan, Gur Irfan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengecek langsung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Selain fasilitas medis, ia juga memeriksa kaveling-kaveling dapur penyedia konsumsi serta sarana akomodasi penunjang lainnya.
Pendekatan manajerial yang diterapkan Gus Irfan merefleksikan standar jurnalisme konstruktif, di mana pencapaian torehan positif tidak lantas membuat jajaran regulator lengah. Kendati operasional Haji 2026 ini menuai banjir pujian dari masyarakat, pemerintah lintas negara, hingga Kerajaan Arab Saudi, Kemenhaj RI tetap menaruh kewaspadaan penuh.
Prinsip pelayanan tanpa jeda ini ditekankan Gus Irfan sebagai fondasi utama yang wajib dijaga oleh seluruh elemen PPIH Arab Saudi, memastikan kenyamanan hakiki tetap melekat hingga jemaah haji terakhir terbang kembali ke Tanah Air. [ian/MCH/suf]
Link informasi : Sumber