Tidak Semua Lebah Berbahaya, Bagaimana Cara Membedakannya?

0

Surabaya (beritajatim.com)- Siapa yang tidak kaget saat mendengar dengungan lebah di dekat telinga? Banyak orang langsung panik, mengusirnya, atau bahkan lari karena takut disengat. Padahal, sebagian besar lebah yang sering anda temui sebenarnya tidak berniat menyerang manusia. Justru, mereka sangat membantu kehidupan, mulai dari menyerbuki tanaman hingga mendukung produksi berbagai bahan makanan yang anda konsumsi setiap hari.

Hal pertama yang perlu dipahami adalah banyak orang sering menyamakan tawon dengan lebah, padahal keduanya berbeda. Lebah biasanya bertubuh lebih gemuk dan memiliki bulu-bulu halus di tubuhnya.

Sementara itu, tawon berbadan lebih ramping, permukaannya licin, dan umumnya lebih agresif. Perbedaan lainnya terlihat dari sengatannya. Lebah madu biasanya mati setelah menyengat karena sengatnya tertinggal, sedangkan tawon bisa menyengat berkali-kali.

Lebah madu yang sering terlihat di taman sebenarnya cukup jinak. Karena mereka akan mati setelah menyengat, lebah ini biasanya hanya menyerang saat merasa sarangnya terancam. Ketika sedang sibuk mencari nektar dari bunga ke bunga, mereka cenderung tidak memedulikan manusia. Selama anda tidak mengganggu sarang atau menginjaknya, biasanya tidak akan ada masalah.

Ada juga bumblebee atau lebah bom yang berbadan besar, bulat, dan sangat berbulu. Dilansir dari Wikipedia, walau tampilannya terlihat menyeramkan, lebah ini terkenal tenang dan lebih suka mengabaikan manusia. Mereka memang bisa menyengat lebih dari sekali jika diprovokasi, tetapi biasanya lebih fokus membantu penyerbukan bunga melalui getaran tubuhnya, proses yang dikenal sebagai “penyerbukan dengung”.

Jika anda melihat lubang-lubang kecil di tanah yang dijaga lebah, kemungkinan itu adalah sarang lebah tanah atau lebah penambang. Berbeda dari lebah sosial yang hidup berkelompok, lebah ini biasanya hidup sendiri dan sangat jarang menyengat. Bahkan, ada jenis yang dijuluki “lebah geli” karena sengatnya terlalu lemah untuk menembus kulit manusia, sehingga hanya terasa geli saat hinggap.

Ada pula lebah kayu atau carpenter bee, yaitu lebah besar dengan perut hitam mengilap yang sering melubangi kayu. Banyak orang takut pada lebah ini karena pejantan suka terbang mendekati kepala manusia. Namun sebenarnya, lebah kayu jantan sama sekali tidak memiliki alat sengat. Mereka hanya berusaha menakut-nakuti untuk menjaga wilayahnya. Sementara itu, lebah betinanya yang memiliki sengat justru cenderung pemalu.

Meski sebagian besar lebah tidak berbahaya, anda tetap perlu waspada terhadap lebah madu “Africanized” yang sering disebut “lebah pembunuh”. Bentuknya mirip dengan lebah madu biasa, tetapi sifatnya jauh lebih agresif dan sangat melindungi sarangnya. Jika terganggu, mereka bisa menyerang dalam jumlah besar dan mengejar ancaman hingga jarak yang cukup jauh. Jika bertemu lebah yang sangat agresif, cara terbaik adalah segera mencari tempat tertutup untuk berlindung. [Wakhdah Alisa Berliana]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.