TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan Guna Dukung Produksi Kedelai Nasional
Banyuwangi (beritajatim.com) – TNI AL bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas pengelolaan lahan pertanian kedelai seluas 1.200 hektare yang dikelola oleh 55 kelompok tani di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.
Kali ini, simbolis penanaman dilakukan di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forkopimda.
Brigjen Suwandi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
“Kedelai merupakan komoditas strategis, sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi, dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, disalurkan bantuan berupa 60.000 kg (60 ton) benih kedelai unggul bagi 55 kelompok tani untuk ditanam di lahan seluas 1.200 hektare, serta bantuan 10 paket Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
Bantuan benih kedelai tersebut terbagi menjadi dua varietas, yakni varietas Grobogan 44.250 kg (44,25 ton), dan varietas Baluran 15.750 kg (15,75 ton).
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” kata Suwandi.
Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Salah satu komoditas yang terus menunjukkan tren positif adalah kedelai.
Pada 2024, luas tanam kedelai di Banyuwangi mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton. Setahun kemudian, pada 2025 meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi 7.932 ton.
Hingga 29 Juli 2026, luas panen telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton dan masih akan terus bertambah seiring musim tanam yang berlangsung.
“Dengan kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah, TNI AL, petani, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis produktivitas kedelai di Banyuwangi akan terus meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional,” kata Mujiono.
Wabup Muji mengaku, peningkatan hasil panen di tingkat hulu, Pemkab Banyuwangi dan TNI AL juga berkomitmen memperkuat ekosistem hilir.
Diakui, hingga saat ini Pemda bersama Lanal Banyuwangi, akan mengintervensi tata niaga pascapanen untuk mencegah praktik ijon/tengkulak agar harga di tingkat petani tetap stabil dan sejahtera. [tar/ian]
Link informasi : Sumber