Peserta Muktamar NU Datang Membawa Amanah, Relawan Jombang Menyambut dengan Sentuhan Khidmah

0

Ringkasan Berita:

  • Menjelang Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Muhammad Romli bersama sekitar 100 relawan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) menyiapkan layanan pijat gratis untuk membantu memulihkan kebugaran peserta yang datang dari berbagai daerah.
  • Para relawan terapi dari Jawa, Madura, hingga luar Jawa bergabung secara sukarela sebagai bentuk pengabdian kepada para kiai dan warga NU. Mereka memberikan layanan refleksi dan pijat untuk meringankan kelelahan akibat perjalanan panjang serta padatnya agenda muktamar.
  • Untuk memastikan layanan berjalan optimal, panitia membagi relawan ke tiga titik pelayanan di MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang, dan Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Sistem pelayanan dibatasi sekitar 15 menit per peserta agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.

Jombang (beritajatim.com) — Di tengah hiruk pikuk persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), ada kisah pengabdian yang bergerak dalam senyap. Bukan panggung pidato, bukan pula ruang sidang, melainkan sebuah layanan sederhana yang lahir dari ketulusan: pijat gratis untuk para peserta muktamar yang kelelahan.

Sosok di balik gerakan ini adalah Muhammad Romli. Dengan rompi hitam bertuliskan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang di sisi kiri dada, sementara logo Nahdlatul Ulama bergambar bola dunia dengan sembilan bintang menghiasi sisi kanan, Romli tampak bersiap menyambut ribuan tamu dari berbagai penjuru negeri.

Blangkon hitam bermotif batik yang dikenakannya menjadi simbol perpaduan tradisi, budaya, dan semangat pengabdian warga NU.

Meski pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang masih menyisakan waktu 19 hari, persiapan pelayanan sudah dimatangkan. Romli bahkan telah menghimpun sekitar 100 relawan yang siap turun langsung memberikan pelayanan kepada para muktamirin.

Bagi Romli, muktamar bukan sekadar forum besar organisasi, tetapi juga momentum untuk menghadirkan keberkahan melalui pengabdian nyata.

“Peserta Muktamar banyak yang datang dari jauh. Setelah rapat atau perjalanan tentu merasa lelah. Kami menyediakan layanan pijat gratis ini murni sebagai bentuk khidmah,” ujar Romli, Jumat (7/8/2026).

Ribuan peserta yang datang dari berbagai provinsi diperkirakan akan menjalani rangkaian agenda padat, mulai dari perjalanan panjang menuju Jombang hingga sidang-sidang komisi yang berlangsung maraton. Kondisi tersebut tentu membutuhkan tenaga ekstra.

Di situlah para relawan JRA Jombang hadir. Mereka akan membantu memulihkan kebugaran para peserta melalui terapi sederhana, mulai dari pijat kepala, badan, kaki, hingga refleksi untuk meredakan ketegangan otot.

Agar layanan dapat dirasakan secara merata oleh ribuan muktamirin, setiap peserta mendapatkan waktu terapi sekitar 15 menit. Batas waktu ini diterapkan agar sebanyak mungkin tamu dapat menikmati manfaat layanan yang disediakan.

Anggta Jam’iyyah Ruqyah Aswaja, M Romli

Yang membuat gerakan ini semakin istimewa, para relawan datang bukan hanya dari Jombang. Mereka bergerak dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Madura, hingga luar Jawa dengan membawa satu niat yang sama: berkhidmah untuk kesuksesan hajatan besar NU.

Sebagian besar relawan merupakan alumni PPBU Tambakberas serta para praktisi terapi yang secara sukarela menyisihkan waktu dan tenaga. Tidak ada bayaran yang mereka cari, hanya harapan mendapat keberkahan dari para kiai dan kenyamanan bagi para tamu muktamar.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, panitia telah membagi relawan ke dalam tiga posko utama yang tersebar di kawasan pesantren. Titik pelayanan berada di MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang, serta kampus Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha).

Panitia juga memperhatikan aspek kenyamanan dan etika pelayanan. Relawan perempuan disiapkan secara khusus untuk melayani para nyai maupun peserta perempuan, sehingga seluruh muktamirin dapat memperoleh layanan dengan rasa aman dan nyaman.

Jumlah relawan yang saat ini telah mencapai 100 orang diperkirakan masih akan bertambah. Antusiasme warga NU yang ingin ikut mengambil bagian menjadi tanda bahwa semangat khidmat masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Kami menyambut saudara-saudara NU dari seluruh Indonesia. Kesempatan ini semata-mata untuk mencari berkah kiai. Tidak ada imbalan yang kami harapkan selain kenyamanan para tamu,” tegas Romli.

Di balik kemegahan sebuah muktamar, terkadang ada kisah-kisah kecil yang justru menyimpan makna besar. Sebuah pijatan sederhana dari tangan para relawan menjadi simbol bahwa khidmah kepada ulama dan jamaah dapat diwujudkan melalui kepedulian yang nyata. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.