Bupati Ipuk: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan Banyuwangi 10 Tahun ke Depan
Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Banyuwangi untuk satu dekade mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Ipuk saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dalam Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut juga diikuti ratusan petugas sensus dari Badan Pusat Statistik.
Menurut Ipuk, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis karena menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan data yang akurat dan komprehensif, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi Banyuwangi, sensus ini memiliki arti yang sangat penting. Melalui sensus ini kita akan mengetahui secara lebih akurat bagaimana perkembangan usaha masyarakat, sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat, potensi ekonomi baru yang muncul, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang-peluang yang dapat kita optimalkan untuk masyarakat. Karena itulah keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kepentingan BPS, tetapi merupakan kepentingan kita semua,” kata Ipuk.

Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan sensus, Ipuk mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya. Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW untuk memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan sensus berlangsung.
“Bangun koordinasi yang baik, fasilitasi pelaksanaan di lapangan, dan memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, serta lancar,” pintanya.
Selain itu, Ipuk meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi menjadi duta kesadaran data dengan memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya keterbukaan informasi dalam kegiatan sensus.
Menurutnya, ketika menerima kunjungan petugas sensus, masyarakat maupun ASN diharapkan memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Kepada para petugas sensus, Ipuk juga menyampaikan apresiasi atas tugas yang diemban. Ia menilai pekerjaan mereka bukan sekadar mengumpulkan data statistik, melainkan ikut menyiapkan fondasi pembangunan daerah dan nasional di masa mendatang.
“Kepada seluruh petugas sensus, kami berikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Tugas yang saudara emban bukan sekadar mengumpulkan angka. Saudara sedang membantu menyiapkan fondasi bagi masa depan pembangunan daerah dan bangsa. Selamat bertugas, jalani tugas dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga memanfaatkan momentum Hari Kesadaran Nasional untuk mengajak seluruh ASN meningkatkan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik demi mendukung kemajuan Banyuwangi.
“Mari kita satukan langkah, satukan energi, dan satukan tekad. Dengan semangat Banyuwangi ASRI dan spirit Tandang Bareng, kita hadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. [alr/but]
Link informasi : Sumber