CFD Kota Blitar Kini Jadi Urat Nadi Perekonomian Kecil Mikro
Blitar (beritajatim.com) – Siapa sangka, ruang publik yang awalnya dipandang sebelah mata kini justru menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan terkuat di Kota Blitar. Ya, kegiatan itu adalah Car Free Day (CFD) Kota Blitar.
Dulu waktu awal digagas, CFD banyak diragukan orang, namun kini kegiatan itu sukses menjadi ruang publik yang tak hanya mampu menyehatkan badan namun juga kantong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ramainya masyarakat yang hadir di CFD Kota Blitar tentu menggairahkan gilat ekonomi di tingkat UMKM. Apalagi acara ini dikemas lebih menarik dan ditata sedemikian rupa agar ekonomi masyarakat tetap bisa berputar di acara CFD ini.
Perbaikan demi perbaikan pun dilakukan, hingga kini CFD Kota Blitar jadi lebih baik serta memberikan dampak nyata untuk pelaku UMKM. Keberhasilan program ini menjadi kepuasan tersendiri bagi Pemerintah Kota Blitar. Wali Kota Blitar, M. Syauqul Muhibbin, menyampaikan rasa syukurnya melihat konsistensi CFD yang kini resmi melangkah ke tahun kedua.
Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini sempat bernostalgia dan menyinggung keraguan sejumlah pihak saat program ini baru seumur jagung. Prediksi miring bahwa CFD Blitar hanya akan menjadi tren sesaat berhasil dipatahkan dengan komitmen nyata.
“Dulu waktu awal berjalan ada yang bilang, ‘Alah Mas Ibin kui paling mlaku ping pindo’ (Ah, program Mas Ibin itu paling cuma jalan dua kali). Tapi alhamdulillah sekarang bukan hanya berjalan dua kali, melainkan sudah memasuki tahun kedua. Alhamdulillah tetap konsisten dan masyarakat senang serta bahagia,” ungkap Mas Ibin, Senin (8/6/2026).
Tingkat kebahagiaan warga yang meningkat hanyalah satu sisi dari koin keberhasilan CFD. Di sisi lain, denyut nadi perekonomian yang berputar cepat menjadi primadona sesungguhnya.
Para pedagang UMKM yang menggelar lapaknya di area kegiatan merasakan lonjakan omzet yang fantastis hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah hari.
Rian, seorang pedagang minuman di area CFD, menjadi potret nyata betapa menggiurkannya daya beli masyarakat di acara tersebut. Hanya dengan membuka lapak selama tiga jam, sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, ia mampu mengantongi omzet hingga Rp2 juta.
“Alhamdulillah laris manis, bisa menjual minuman sampai 200 botol selama CFD berlangsung,” ujar Rian.
Berkah serupa juga dirasakan oleh barisan penjual makanan dan jajanan. Derasnya arus lautan manusia yang datang seolah menjadi jaminan bahwa dagangan mereka akan ludes tersapu pembeli.
“Jualan makanan dan jajanan laris manis, banyak peserta CFD yang setelah olahraga langsung mampir dan membeli dagangan kami. Cepat sekali habisnya,” tutur salah seorang pedagang makanan di lokasi.
Pada masa ekonomi seperti saat ini, tentu keberadaan kegiatan CFD akan berdampak pada ekonomi kecil mikro. Rakyat kecil kini tetap bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah disaat kondisi ekonomi nasional tengah melemah melalui kegiatan seperti CFD ini. (Owi/ted)
Link informasi : Sumber