DPRD Jember Usulkan Terminal Bongkar Muat di Pasar Tanjung

0

Jember (beritajatim.com) – Ahmad Halim, Ketua DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengusulkan pembukaan terminal bongkar muat hasil panen komoditas hortikultura yang dijual di Pasar Tanjung. Dengan demikian, kendaraan-kendaraan bak terbuka yang membawa komoditas dari petani itu tidak mengganggu aktivitas pasar.

Solusi ini ditawarkan Halim saat pertemuan membahas penataan Pasar Tanjung di Aula Dinas Pendidikan Jember, Jumat (2/10/2026) sore, untuk mengatasi konflik antara pedagang di dalam Pasar Tanjung dengan pedagang di luar pasar.

Pedagang di dalam Pasar Tanjung merasa dirugikan oleh kehadiran pedagang yang berjualan di tepi Jalan Samanhudi dan Jalan Untung Suropati dengan menggunakan kendaraan bak terbuka. Hal ini dikarenakan konsumen akhirnya lebih memilih membeli di jalanan daripada masuk ke dalam pasar.

Halim mengingatkan bahwa Pasar Tanjung akan direvitalisasi oleh pemerintah. Maka dia menilai Pemerintah Kabupaten Jember perlu menginventarisasi semua pedagang untuk bisa ditempatkan di dalam pasar setelah revitalisasi usai.

“Pemerintah sudah mulai menginventarisasi di dalam Pasar Tanjung, siapa yang punya SIM (Surat Izin Memiliki lapak), siapa yang sudah menjual lapaknya, dan berapa orang yang punya kios,” kata Halim.

Menurut politisi Gerindra ini, persoalan yang dihadapi Pasar Tanjung juga dihadapi pasar-pasar tradisional lain di Jember. Pedagang tak hanya berada dalam pasar, namun sudah meluber hingga tepi jalan. “Ini karena memang konsumen ingin akses membeli yang mudah dan praktis. Tapi kan tidak bisa seperti itu,” katanya.

Salah satu solusi adalah pembedaan komoditas yang dijual antara pedagang di dalam dan luar pasar. “Bagaimana kalau misalkan pedagang yang di (lantai) atas Pasar Tanjung berjualan kubis, maka pedagang yang di bawah berjualan lomoditas lain. Tapi memang kuncinya nanti tetap pada pembeli. Kalau pembeli sudah segan masuk ke Pasar Tanjung dengan kondisi sekarang, tambah susah nanti,” kata Halim.

Halim juga memandang perlunya titik kompromi soal jam operasional. Dia mengusulkan pedagang sayur yang beroperasi dengan menggunakan mobil bak terbuka di jalan untuk mulai membuka lapak pada pukul 20.30 WIB hingga pukul 01.00 dini hari.

Satuan Tugas Cinta Pasar Tanjung yang dibentuk Pemkab Jember juga perlu melibatkan pedagang untuk menginventarisasi data pedagang yang akan berjualan di dalam Pasar Tanjung seusai revitalisasi. “Akhirnya yang berdagang di bawah bisa masuk semuanya ketika Pasar Tanjung diperbarui,” kata Halim.

Gagasan Halim ini didukung Wakil Ketua DPRD Jember Widarto. “Yang yang harus kita pahami bersama adalah dalam penataan ini kita belum mencari solusi ideal. Jadi harus dipahami, karena yang ideal adalah setelah revitalisasi Pasar Tanjung dilakukan,” katanya.

Di tengah belum idealnya solusi tersebut, menurut Widarto, semua upaya yang dilakukan tidak boleh merugikan warga sekitar Pasar Tanjung dan pedagang. “Mari kemudian kita negosiasikan. Saya yakin enggak ada yang tidak bisa dirembukkan asalkan tidak saling menegasikan, tidak saling menghilangkan,” katanya. [wir/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.