Kasus Bullying Lumajang, Korban Diberi Ganti Rugi Rp60 Ribu
Lumajang (beritajatim.com) – Kasus bullying berujung tewasnya seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sempat diselesaikan lewat mediasi.
Sebelumnya, aksi bullying dialami Muhammad Ilham (16), warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang pada 18 Mei 2026. Saat itu, korban diduga dikeroyok oleh dua orang teman kelasnya berinisial SLF (16) dan A (16).
Tidak lama berselang, korban dikabarkan mengalami luka dalam di kepala bagian belakang diduga akibat pemukulan hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026).
Kepala SMP PGRI Sukodono Yunita Wahyuningsih mengatakan, pihaknya telah memanggil orang tua korban maupun wali kedua pelaku agar datang ke sekolah. Pemanggilan sehari pasca kejadian pemukulan.
Saat mediasi tersebut, keluarga pelaku menyampaikan bersedia memberikan ganti rugi berupa biaya pengobatan luka akibat pemukulan terhadap korban.
“Jadi, ibu korban ini bercerita sudah memeriksakan anaknya ke puskesmas, habisnya Rp60 ribu. Kemudian, orang tua pelaku ini memberikan uang ganti ruginya,” ucap Yunita saat dikonfirmasi, Kamis (1/7/2026).
Menurutnya, sekitar satu bulan setelah kejadian, kondisi kesehatan korban dikabarkan memburuk hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihak sekolah kemudian berusaha melakukan pendampingan dan kembali memanggil orang tua pelaku agar ikut membantu biaya pengobatan.
Namun, keluarga pelaku tidak menunjukkan itikad baik. Sehingga, biaya pengobatan korban harus ditanggung oleh pihak sekolah.
“Waktu dapat kabar kalau korban masuk rumah sakit, keluarga pelaku kita jemput untuk ikut datang. Tapi setelah diberi tahu ada biaya per hari Rp2 juta, orang tua pelaku enggan tanda tangan membantu biaya pengobatan,” tambahnya.
Yunita mengaku, pihaknya tidak menyangka aksi bullying tersebut sampai menyebabkan korban meninggal dunia.
Sebab, usai kejadian korban masih sempat mengikuti sesi ujian di sekolah hingga menyelesaikan studi pendidikan kelas IX SMP.
“Kami juga tidak menyangka sampai seperti ini, soalnya habis mediasi itu sudah nggak ada kejadian apa-apa,” ungkapnya. (has/but)
Link informasi : Sumber