Nataru 2026-2027, Tiga Pelabuhan Alternatif Disiapkan untuk Kurangi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk

0

Ringkasan Berita:

  • Pemerintah menyiapkan tiga pelabuhan alternatif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada libur Natal dan Tahun Baru 2026-2027.
  • Ketiga pelabuhan tersebut adalah Jangkar di Situbondo, Tanjungwangi di Banyuwangi, dan Celukan Bawang di Buleleng, Bali.
  • Sebanyak 13 kapal penyeberangan disiapkan, terdiri dari delapan kapal melalui Jangkar dan lima kapal melalui Tanjungwangi.
  • Layanan alternatif direncanakan berlangsung pada 18-30 Desember 2026, dengan usulan subsidi biaya penyeberangan hingga 100 persen atau gratis.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Lonjakan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027 mendorong pemerintah menyiapkan jalur penyeberangan alternatif di kawasan Jawa Timur dan Bali. Tiga pelabuhan disiapkan untuk mengurangi beban lintasan utama Ketapang-Gilimanuk yang diperkirakan menghadapi peningkatan arus kendaraan.

Ketiga pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo, Pelabuhan Tanjungwangi di Banyuwangi, serta Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali. Masing-masing diproyeksikan mampu melayani hingga 500 kendaraan.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kepala KSOP Kelas III Tanjungwangi.

Rapat melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan di tingkat pusat hingga balai, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bali, pemerintah kabupaten, PT Pelindo, hingga PT ASDP Indonesia Ferry.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, mengatakan penyiapan tiga pelabuhan alternatif tersebut didasarkan pada hasil survei kondisi pelabuhan. Pemerintah menyiapkan fasilitas penyeberangan dari sisi Jawa maupun Bali untuk membagi arus kendaraan selama periode liburan.

“Rapat ini membahas alternatif layanan pelabuhan di masa Natal dan Tahun Baru. Jadi pelabuhan di sisi Jawa disiapkan Pelabuhan Jangkar dan Pelabuhan Tanjungwangi. Sementara di sisi Bali disiapkan Pelabuhan Celukan Bawang, yang masing-masing diproyeksikan mengangkut hingga 500 kendaraan,” ujarnya.

Untuk menunjang operasional penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan 13 kapal. Sebanyak delapan kapal direncanakan beroperasi melalui Pelabuhan Jangkar, sedangkan lima kapal lainnya melayani penyeberangan melalui Pelabuhan Tanjungwangi.

Komang menyebut hasil pembahasan memperkirakan jumlah kendaraan kelas Vb yang melintas melalui Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk mencapai 1.000 kendaraan per hari. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui pengalihan sebagian arus ke pelabuhan alternatif agar antrean dan kemacetan di lintasan utama dapat dikurangi.

“Potensi peningkatan kendaraan ini perlu diantisipasi sejak awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan alternatif layanan penyeberangan agar arus kendaraan tidak seluruhnya bertumpu di Ketapang-Gilimanuk,” ujar Komang.

Selain armada, kesiapan fasilitas di masing-masing pelabuhan juga menjadi perhatian. Sejumlah pembenahan direncanakan, terutama penambahan penerangan, toilet, serta kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna jasa.

“Kesiapan fasilitas harus dipastikan sebelum pelayanan dimulai. Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar operasional pelabuhan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, muncul pula usulan agar biaya penyeberangan melalui pelabuhan alternatif mendapat subsidi penuh sebesar 100 persen atau Rp0 selama periode Nataru.

Subsidi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan jalur alternatif. Dengan begitu, kendaraan yang biasanya bertumpu pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dapat terbagi ke pelabuhan lain.

Pelayanan penyeberangan alternatif itu direncanakan berlangsung mulai 18 hingga 30 Desember 2026. Penentuan jadwal tersebut turut mempertimbangkan agenda kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Celukan Bawang pada 31 Desember 2026.

Komang menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung rencana pengoperasian pelabuhan alternatif tersebut. Pemkab akan segera berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, terutama untuk menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.

“Prinsipnya, kami mendukung langkah ini sebagai upaya mengurai kepadatan saat Nataru. Dishub Banyuwangi akan berkoordinasi dengan kepolisian, pengelola pelabuhan, dan instansi terkait untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas,” jelasnya. [alr/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.