Pendapatan Telkom Tembus Rp75,9 Triliun pada Semester I 2026
Ringkasan Berita:
* PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan kinerja keuangan yang solid pada Semester I 2026 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun (tumbuh 3,9% YoY), EBITDA Rp37,5 triliun (naik 3,8% YoY), dan laba bersih normalisasi mencapai Rp11,3 triliun (tumbuh 6,2% YoY).
* Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pemulihan kuat pada segmen bisnis mobile Telkomsel didukung lonjakan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% YoY dan kenaikan ARPU mobile menjadi Rp45.600 serta lonjakan signifikan pendapatan B2B Infrastructure hingga 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun.
* Melalui eksekusi disiplin pilar transformasi TLKM 30 dan perannya sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Telkom mencatatkan arus kas operasional kuat sebesar Rp34,9 triliun seraya merealisasikan belanja modal Rp10,8 triliun untuk memperkuat infrastruktur digital nasional.
—————————————————–
Surabaya (beritajatim.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada Semester I 2026 dengan perolehan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perolehan EBITDA konsolidasi meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan marjin EBITDA terjaga pada level 49,4%. Laba bersih konsolidasi tercatat sebesar Rp10,6 triliun (tumbuh 1,4% YoY) dengan marjin 14,0%, sedangkan laba bersih yang disesuaikan/normalisasi tumbuh 6,2% YoY mencapai Rp11,3 triliun dengan marjin 14,9%. Perseroan juga menghasilkan arus kas operasional yang kuat mencapai Rp34,9 triliun, meningkat 7,0% YoY.
Segmen Business to Consumer (B2C) melalui Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3% YoY. Pertumbuhan segmen B2C didukung oleh kinerja Digital Business Data yang tumbuh 11,0% YoY, terdorong peningkatan lalu lintas data selama periode liburan sekolah dan acara olahraga internasional. Tingkat rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) mobile naik 9,0% YoY menjadi Rp45.600 berkat disiplin penetapan harga dan pengelolaan portofolio. Untuk bisnis fixed broadband (IndiHome), Telkom mencatat jumlah pelanggan sebanyak 9,5 juta dengan ARPU kuartalan Rp211.000 (naik 3,4% QoQ) dan ARPU semesteran Rp207.000, serta tingkat konvergensi mencapai 65%.
Segmen B2B Infrastructure mencatat total pendapatan Rp33,1 triliun, melonjak 19,0% YoY, dengan kontribusi pendapatan eksternal sebesar Rp4,7 triliun (naik 4,9% YoY). Kinerja unit usaha B2B Infrastructure dan B2B ICT dijabarkan sebagai berikut:
* Mitratel meraih pendapatan Rp4,7 triliun (tumbuh 2,1% YoY) dengan total penyewa mencapai 63.866 tenant (tumbuh 4,9% YoY) dan tenancy ratio sebesar 1,57x.
* NeutraDC difokuskan sebagai konsolidator aset data center TelkomGroup untuk menangkap peluang adopsi teknologi AI.
* Segmen B2B ICT meraih pendapatan Rp7,3 triliun, melonjak 35,7% secara kuartalan (QoQ).
* Bisnis Internasional membukukan pendapatan Rp5,7 triliun dengan penguatan konektivitas kabel laut internasional.
Transformasi TLKM 30, Efisiensi Organisasi, dan Investasi Modal
Telkom menyerap belanja modal (CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun pada Semester I 2026, di mana lebih dari 96% dialokasikan pada area bisnis utama B2C, B2B Infrastructure, dan Bisnis Internasional. Perseroan berhasil merampingkan 10 entitas bisnis melalui divestasi, merger, dan likuidasi, serta menjalankan program pensiun dini (ERP). Proses pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 terus berjalan lancar dan dijadwalkan rampung pada Semester II 2026.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa komitmen dalam mengakselerasi transformasi melalui pilar TLKM 30 terbukti memperkuat optimisme pertumbuhan bisnis. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Telkom terus memperkuat investasi kapabilitas digital untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.[rea]
Link informasi : Sumber