Stadion Gajah Mada Mulai Dipoles, Pemkab Mojokerto Siapkan Lapangan Berstandar FIFA
Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mulai melakukan revitalisasi Stadion Gajah Mada. Stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang selama bertahun-tahun belum tersentuh pembangunan itu kini dibenahi secara bertahap dengan target menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional.
Pada tahap awal revitalisasi, Pemkab Mojokerto memfokuskan pembangunan pada lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Lapangan sepak bola nantinya akan menggunakan standar Fédération Internationale de Football Association (FIFA) dengan dukungan rumput berkualitas serta sistem drainase modern.
Proyek revitalisasi tersebut dikerjakan PT Dharma Maju Sentosa dengan nilai kontrak sebesar Rp9.071.061.145 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan berlangsung mulai 24 Juni hingga 20 Desember 2026. Meski demikian, Pemkab Mojokerto menargetkan proyek tersebut rampung lebih cepat, yakni pada akhir November 2026.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengatakan, revitalisasi Stadion Gajah Mada merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi harapan masyarakat sekaligus meningkatkan fasilitas olahraga di Kabupaten Mojokerto.
“Perbaikan Stadion Gajah Mada akan diresmikan di tahun ini. Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari rumput dan lintasan lari,” ungkapnya.
Menurut Gus Barra (sapaan akrab, red), Stadion Gajah Mada merupakan aset olahraga yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Setelah lama tidak mendapatkan pembangunan, kini stadion tersebut mulai dibenahi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Stadion kebanggaan masyarakat Mojokerto yang bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan. Bertahap kami akan membangun infrastruktur di Kabupaten Mojokerto. Saat ini masih proses pengerjaan, nantinya akan ada simbolis penanaman rumput. Jadi secara bertahap akan kita benahi. Ini termasuk permintaan masyarakat Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.
Dalam revitalisasi tahap pertama, lapangan sepak bola akan dilengkapi penggarisan sesuai standar pertandingan, tiang gawang, hingga bendera sudut. Jenis rumput yang digunakan adalah Zoysia matrella, salah satu rumput yang direkomendasikan FIFA untuk lapangan sepak bola. Selain kualitas permukaan lapangan, pembangunan juga menyasar sistem drainase.
Tujuannya agar stadion tetap dapat digunakan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Drainase menggunakan pipa spiral berbahan HDPE yang dipasang setiap empat meter untuk mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan dan mencegah terjadinya genangan. Hingga awal Agustus 2026, progres revitalisasi Stadion Gajah Mada telah mencapai sekitar 25 persen.
“Setelah revitalisasi selesai, Stadion Gajah Mada tidak hanya menjadi fasilitas olahraga yang representatif kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto saja, tetapi juga mampu menjadi pemicu tumbuhnya prestasi atlet sepak bola di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]
Link informasi : Sumber