Pantai Blimbingsari Banyuwangi Surganya Wisata Kuliner Ikan Asap dan Ikan Bakar Khas Pesisir

0

Ringkasan Berita:

  • Pantai Blimbingsari Banyuwangi terkenal tidak hanya karena pemandangan pesisir, tetapi juga ikan asap dan ikan bakar khas Blimbingsari yang legendaris.
  • Mastia (66) menjaga cita rasa tradisional Blimbingsari sejak 1977 dengan bumbu turun-temurun yang meresap sempurna ke ikan segar nelayan.
  • Wisata kuliner pesisir membantu pertumbuhan UMKM lokal, dengan pesanan ikan bakar datang dari berbagai kota, termasuk Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatra.

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pantai Blimbingsari Banyuwangi tidak hanya menawarkan keindahan pesisir yang memikat, tetapi juga menjadi surga kuliner bagi para wisatawan. Salah satu yang wajib dicoba adalah ikan asap khas Blimbingsari yang legendaris.

Mastia (66), penjual ikan asap yang telah berjualan sejak 1977, tetap mempertahankan cita rasa autentik Blimbingsari. Ia menjual berbagai jenis ikan, mulai dari ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.

Menurut Mastia, rahasia kelezatan ikan asap dan ikan bakar terletak pada proses memasaknya. Ikan segar hasil tangkapan nelayan dibakar terlebih dahulu, dilumuri bumbu khas, lalu kembali dibakar agar rempah meresap sempurna.

“Bumbu ini resep turun-temurun asli Blimbingsari. Bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil,” kata Mastia, Minggu (10/5/2026).

Kelezatan ikan asap Blimbingsari membuat pelanggan terus berdatangan, bahkan dari luar daerah. Banyak wisatawan yang awalnya hanya berkunjung ke pantai, lalu membeli ikan asap, dan akhirnya menjadi pelanggan tetap. Pesanan dari kota-kota seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera biasanya dikirim melalui kereta atau dititipkan lewat bus antarkota.

“Kalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan. Ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari,” ujarnya.

Harga ikan bakar di Blimbingsari tergolong terjangkau, mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, sementara pepes ikan dibanderol sekitar Rp5 ribu per bungkus.

Ulin (45), pedagang lain di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari, menyebut ada sekitar 15 UMKM ikan bakar di kawasan ini. Keberadaan wisata Pantai Blimbingsari turut mendongkrak penjualan.

Foto BeritaJatim.com
Bupati Ipuk saat antre ikan asap khas Blimbingsari Banyuwangi

“Wisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,” ujar Ulin.

Ia menambahkan, ciri khas ikan bakar Blimbingsari adalah racikan bumbu alami tanpa saus tambahan. “Alhamdulillah sektor pariwisata ikut membantu UMKM. Kalau akhir pekan omzet bisa naik sampai Rp500 ribu bahkan lebih. Terakhir ada pesanan dari Surabaya itu bisa sampai 80 tusuk,” katanya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga sempat mencicipi ikan bakar khas Blimbingsari. “Kuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain,” ujar Bupati saat program Bupati Ngantor di Desa/Kecamatan Blimbingsari.

Ipuk menekankan pentingnya promosi wisata kuliner pesisir untuk menggerakkan ekonomi warga. Sentra ikan bakar Blimbingsari yang telah dikenal wisatawan hingga luar daerah menjadi salah satu daya tarik wisata Banyuwangi.

“Rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Banyuwangi membawa pengalaman kuliner yang berkesan,” jelasnya. [alr/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.